Liputan Khusus Kriminal
Beranda Berita Polisi “SABU, SEMAK & STRATEGI”: KASAT NARKOBA BUNGO BONGKAR PERANG SENYAP DI BALIK TAMBANG

“SABU, SEMAK & STRATEGI”: KASAT NARKOBA BUNGO BONGKAR PERANG SENYAP DI BALIK TAMBANG

Eksklusif Bersama Kasat Narkoba Polres Bungo Iptu Riko Saputra S, S.H., M.H.

Bungo_Jambi — Di balik deru dompeng dan gemerlap tambang emas ilegal, tersimpan realita kelam yang tak banyak diketahui publik. Sabu bukan lagi sekadar narkotika, tapi telah menjelma jadi “bahan bakar stamina” bagi para pekerja tambang. Hal ini diungkap langsung oleh Kasat Narkoba Polres Bungo, Iptu Riko Saputra S, S.H., M.H., dalam wawancara eksklusif bersama Media Liputan Khusus Kriminal, Senin (19/1/2026).

“Biasanya kerja 6 jam, sekarang bisa 24 jam nonstop. Karena sabu dianggap doping. Gratis pula,” ungkap Riko. Ia menyebut, para penambang menganggap sabu sebagai fasilitas kerja, sementara para pengusaha tambang dan penyuplai dana justru diuntungkan dua kali lipat. “Putaran uangnya brutal. Para pengedar panen, para pekerja terjerat,” tegasnya.

Riko menjelaskan, peredaran sabu kini terkonsentrasi di lokasi dompeng dan PETI (Penambangan Tanpa Izin) yang tersebar di pelosok wilayah Bungo, mulai dari Pelepat hingga Rantau Pandan. Akses yang sulit dan laporan masyarakat yang sering terlambat membuat operasi kerap berakhir tanpa hasil. “Kalau bocor, ya zonk. Zomba,” ujarnya.

Tahun 2024 mencatat rekor pengungkapan: 113 laporan polisi dengan hampir 200 tersangka. Namun kini, pola peredaran berubah. Basecamp sudah nyaris tak ada. Sistemnya kucing-kucingan. Transaksi dilakukan di semak, blukar, dan jalur sungai. Barang satu gram dipecah jadi paket kecil. “Wilayah pemasaran menyebar, dari PETI hingga kafe karaoke. Bungo ini kabupaten maju, tempat hiburan banyak. Jalur masuknya pun terbuka dari Pekanbaru, Medan, Padang, bahkan Aceh,” jelas Riko.

Namun, tantangan tak hanya datang dari medan dan pelaku. Di beberapa wilayah, aparat justru mendapat perlawanan dari masyarakat. “Kami pernah amankan pelaku di Pelayang, malah rumah dilempari warga. Mobil kami pun kena. Ini soal kekerabatan yang salah tempat,” katanya.

Meski begitu, semangat tak pernah padam. Riko kerap turun langsung ke lapangan, memimpin operasi dan memompa semangat timnya. “Kalau saya maju, mental anggota ikut bangkit. Ini bukan soal jabatan, ini soal tanggung jawab,” ucapnya.

Saat ini, tiga laporan sudah naik ke tahap penyidikan. Namun Riko menegaskan, ini baru permulaan. “Target Januari tetap maksimal. Tapi kami butuh dukungan semua pihak. Perang ini bukan milik polisi saja. Ini soal masa depan Bungo,” tutupnya.(Dyan)**

Komentar
Bagikan:

Iklan