Gotong Royong Warga Tanjung Kemala: Penimbunan Jalan Penghubung Dusun V Jadi Simbol Solidaritas dan Harapan Pembangunan
Tanjung Kemala, 31 Januari 2026 – Semangat kebersamaan kembali bergema di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Warga bersama perangkat desa melaksanakan gotong royong penimbunan jalan penghubung dari desa induk menuju Dusun V seberang, sebagai wujud kepedulian terhadap akses mobilitas masyarakat.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tanjung Kemala, Dasril, S.T., bersama jajaran perangkat desa mulai dari Kepala Dusun, RT, RW, hingga masyarakat pengguna jalan. Penimbunan dilakukan untuk memperbaiki kondisi jalan berlumpur yang selama ini menjadi hambatan utama bagi warga.
Aksi gotong royong dimulai dari jembatan Ogan Lima hingga tembus ke Dusun V seberang. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan direncanakan berlanjut hingga Minggu, 1 Februari 2026.
Menurut Kades Dasril, kondisi jalan yang berlubang parah dan berlumpur, terutama saat musim hujan, sering menyulitkan warga. Bahkan beberapa kendaraan pribadi maupun mobil engkel pernah terjebak dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. “Dengan adanya gotong royong ini, akses jalan menjadi lebih baik sehingga warga dapat beraktivitas ke kebun, bekerja, maupun mengantar anak sekolah tanpa hambatan yang terlalu berat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dasril menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya solusi sementara, tetapi juga manifestasi solidaritas sosial warga terhadap kebutuhan bersama. “Harapan kami ke depan, pembangunan jalan ini dapat direalisasikan secara permanen agar aktivitas masyarakat semakin lancar dan perekonomian desa berkembang,” terang Kades Tanjung Kemala.
Biografis Desa Tanjung Kemala
– Lokasi: Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
– Status: Salah satu desa tertua di sekitar Kota Baturaja, dengan sejarah panjang dan peran penting dalam perkembangan wilayah.
– Penduduk: Sekitar 2.400 jiwa, mayoritas bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan usaha kecil.
– Budaya: Tradisi Komering masih kental, tercermin dalam gotong royong, adat istiadat, dan nilai kekeluargaan.
– Potensi: Desa memiliki potensi wisata alam seperti Danau Kibikan, yang dapat dikembangkan sebagai destinasi lokal.(Herlan)**








