Dorong Percepatan Tanam Padi 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Hadiri Rapat Gapoktan Sukarja di Desa Sungai Keruh
Tebo, 22 Januari 2026 — Dalam rangka mendukung percepatan tanam padi dan optimalisasi pemanfaatan dana OPLAH tahun 2025, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukarja, Desa Sungai Keruh, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, menggelar rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan pertanian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Desa Sungai Keruh Alipman, Sekretaris Desa, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tebo beserta tim, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Babinsa, Ketua Gapoktan Sukarja Jasmiril Ardani, serta para anggota kelompok tani dan masyarakat setempat. Rapat ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif antara petani dan pihak dinas, membahas berbagai tantangan dan solusi percepatan tanam.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Tebo, Nanang Suyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda roadshow Dinas Pertanian dan Tim Penyuluh dalam mendorong percepatan musim tanam 2026. “Kami hadir untuk memastikan bahwa program optimasi lahan dan kegiatan reguler tanam dapat segera dilaksanakan, khususnya pada Januari ini,” ujarnya.
Nanang menekankan bahwa percepatan tanam menjadi konsekuensi dari bantuan pemerintah, termasuk program OPLAH 2025 yang kini memasuki tahap tanam. Targetnya adalah meningkatkan indeks pertanaman agar petani dapat menanam dua kali dalam setahun.
Ia juga menyoroti peran penting Brigade Pangan Agro Muda (BP Agro Muda) dalam mendukung regenerasi petani. “Anak-anak muda kita di BP Agro Muda sudah dibekali dengan alat tanam, baik pra maupun pasca panen. Mereka siap membantu petani dan memanfaatkan bantuan alsintan yang telah diberikan. Ke depan, kita harapkan mereka tidak hanya mengelola alat, tapi juga terlibat langsung dalam proses budidaya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Keruh, Alipman, menyampaikan bahwa hasil rapat menyepakati jadwal penyemaian benih padi dimulai pada 25 Januari 2026. Ia juga menyoroti kebutuhan infrastruktur pendukung, khususnya ketersediaan air. “Jika ingin tanam dua kali setahun, maka kebutuhan air harus terpenuhi. Kami berharap pemerintah daerah dapat merealisasikan pembangunan sumur bor, apalagi tim dari provinsi sudah turun langsung ke lapangan,” ungkapnya.
Alipman menutup dengan harapan agar produksi padi di Desa Sungai Keruh dapat mencukupi kebutuhan pangan lokal. “Minimal, kebutuhan beras masyarakat desa bisa terpenuhi dari hasil panen sendiri. Ini langkah penting menuju kemandirian pangan desa,” pungkasnya.(Red)**








