Liputan Khusus Kriminal
Beranda Peristiwa 🐊 TEROR BUAYA DI BAJUBANG LAUT: WARGA PANIK, MALAM BERUBAH JADI EVAKUASI MASSAL

🐊 TEROR BUAYA DI BAJUBANG LAUT: WARGA PANIK, MALAM BERUBAH JADI EVAKUASI MASSAL

Liputan Khusus Kriminal_ Batang Hari — Desa Bajubang Laut, Kecamatan Muara Bulian, mendadak geger saat seekor buaya sungai sepanjang 2,5 meter muncul di tengah permukiman warga, Kamis malam (22/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Buaya itu terlihat masuk ke dalam sukam—alat perangkap ikan milik warga bernama Amyadi—yang terletak tak jauh dari rumah-rumah penduduk. Kemunculan mendadak ini sontak memicu kepanikan luar biasa.

Warga yang sedang beraktivitas di sekitar bantaran sungai langsung dievakuasi oleh aparat desa dibantu masyarakat setempat. Proses evakuasi berlangsung hingga Jumat pagi (23/1/2026) pukul 11.00 WIB. Meski berjalan aman dan kondusif, ketegangan masih menyelimuti desa. Banyak warga memilih mengungsi sementara waktu, khawatir buaya tersebut kembali muncul atau bahkan bukan satu-satunya.

Video kemunculan buaya yang direkam langsung oleh Amyadi kini viral di media sosial. Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat jelas reptil besar tersebut berenang perlahan di aliran sungai, seolah tak terganggu oleh kehadiran manusia. Warganet pun ramai-ramai membagikan video tersebut dengan berbagai komentar, mulai dari kekhawatiran hingga candaan soal “buaya darat yang salah habitat”.

Hingga berita ini diturunkan, buaya masih dalam pemantauan pihak berwenang. Warga diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar sungai sampai ada kepastian keamanan. Beberapa tokoh masyarakat mendesak agar pihak terkait segera turun tangan, mengingat lokasi kejadian merupakan jalur aktivitas harian warga, termasuk anak-anak yang biasa bermain di sekitar sungai.

Fenomena ini juga memunculkan spekulasi soal perubahan ekosistem sungai yang memaksa satwa liar keluar dari habitatnya. Namun di tengah ketegangan, warga tetap berusaha menjaga ketenangan dan saling mengingatkan untuk tetap waspada. Malam itu, Desa Bajubang Laut bukan hanya menghadapi ancaman buaya, tapi juga ujian solidaritas dan kesiapsiagaan.(Red)**

Komentar
Bagikan:

Iklan